
REPUBLIKA.CO.ID, oleh Rizky Suryarandika, Nawir Arsyad, Antara
Capres Prabowo Subianto bersama petinggi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi mendatangi DPP PKS pada Rabu, (8/5). Usai pertemuan tersebut, ada sinyal bahwa data penghitungan suara internal BPN pada Pilpres 2019 bakal dipublikasikan pekan depan.
Hal itu disampaikan oleh Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Almuzzammil Yusuf pada awak media. Sedangkan, Prabowo dan para petinggi BPN seperti Amien Rais dan Fuad Bawazier tak berkomentar apa pun dan langsung pergi meninggalkan lokasi.
"Mudah-mudahan hari Senin besok ada ekspos. Tentu ini kita ekpos ke KPU, Bawaslu, masyarakat dan apa yang disampaikan terbukti kebenarannya akan jadi rujukan semua pihak. Tinggal diuji saja oleh Bawaslu dan KPU," katanya pada wartawan.
Almuzzammil menjelaskan, ekspos itu menyangkut penghitungan suara Pilpres 2019 oleh internal BPN. Sebelum diekspos, BPN dan PKS hari ini mengundang sejumlah ahli, salah satunya Soegianto Soelistiono guna dimintai pendapat.
Nama Soegianto Soelistiono sebagai salah satu tenaga pendidik di Universitas Airlangga ramai di dunia maya. Sosok tersebut dibicarakan lantaran kerap kali melancarkan protes Sistem Informasi Penghitungan Suara Komisi Pemilihan Umum (Situng KPU) lewat media sosial. Dalam media sosial Facebook, dia kerap dipanggil dengan sebutan ‘Profesor Soegianto’.
Sebelumnya, Soegianto Soelistiono mengunggah protes di laman Facebook-nya, Rabu, 1 Mei 2019. Soegianto yang kerap disebut pakar Informasi Teknologi Unair itu mengklaim menemukan salah input sebanyak 57.794 suara dalam Situng KPU.
"Sudah dengar presentasi Prof Soegianto. Lalu dari PKS sampaikan data akan kami share. Prabowo dan Amien hadir, pimpinan PKS juga. Kesepakatan ada ekpos. Ini undang berbagai pakar sehingga informasinya konstruktif dan sahih," ujarnya.
Almuzzammil menyatakan, PKS dan BPN bersedia transparan soal penghitungan internal mereka. Tercatat, selama ini Prabowo sudah tiga kali mengklaim menang berdasarkan hitung internal BPN. Namun, hasil hitung itu tak pernah diutarakan ke publik secara rinci.
"Intinya bahwa kita siap membuka kepada publik hasil pemilu yang luber dan jurdil karena itulah amanat konstitusi," ucapnya.
Prabowo Subianto sendiri menyatakan, pihaknya akan melakukan workshop dengan mengumpulkan ahli Informasi dan Teknologi (IT) dari berbagai universitas. Ahli IT akan dikumpulkan untuk menanggapi perkembangan penghitungan hasil Pilpres 2019.
"Kami juga melakukan langkah-langkah untuk menanggapi perkembangan proses perhitungan. Kami juga akan melakukan workshop mengumpulkan ahli-ahli IT dari berbagai universitas. Kami akan mengkaji dan meneliti seilmiah mungkin," kata Prabowo saat konferensi pers di kediamannya Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Rabu (8/5).
Ia mengatakan, pada saatnya pihaknya nanti akan melakukan ekspose paparan kepada umum pada hari yang tepat pekan depan. "Kami mengimbau semua pihak untuk tetap sejuk, tenang tidak emosional tidak mengambil langkah di luar hukum, percaya bahwa kita lakukan semua tindakan yang tidak 'grusa grusu' tapi dengan kemenangan dan selalu memikirkan kepentingan yang terbaik," kata Prabowo.
Adapun beberapa petinggi Badan Pemenangan Nasional (BPN) yang hadir mendampingi Prabowo saat konferensi pers tersebut di antaranya Amien Rais, Djoko Santoso, Titiek Soeharto dan Rizal Ramli. Selain itu, Prabowo menyampaikan ucapan bela sungkawa atas meninggalnya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia yang mencapai 554 orang.
Misteri lokasi penghitungan real count
Seperti diketahui, Partai Demokrat sebagai bagian dari partai yang tergabung dalam koalisi Prabowo-Sandi, lewat politikusnya, Andi Arief menyoal klaim kemenangan 62 persen Prabowo-Sandi. Lewat cicitannya di Twitter, Andi Arief menyebut ada 'setan gundul' yang memasok kesesatan klaim kemenangan 62 persen kepada Prabowo.
Cicitan Andi Arief itu mencerminkan disharmoni dalam koalisi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi. Ragam spekulasi pun bermunculan bahwa koalisi Prabowo-Sandi mulai retak, apalagi setelah Kogasma Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) telah menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, pekan lalu.
BPN Prabowo-Sandi kemudian mengundang petinggi Partai Demokrat untuk melihat proses real count internal mereka. Ajakan itu dilakukan guna menepis tudingan Andi Arief bahwa ada 'setan gundul' di pihaknya.
"Silakan saksikan real count yang sedang dan terus dilakukan oleh BPN. Silakan cek war room BPN supaya teman-teman Demokrat tahu," ujar juru bicara BPN, Andre Rosiade saat dikonfirmasi, Rabu (8/5).
Undangan tersebut diharapkan dapat membuktikan pada petinggi Partai Demokrat, bahwa Prabowo-Sandi unggul dalam Pilpres 2019. Tak seperti tudingan Andi Arief yang menyebut ada 'setan gundul' yang membisiki Prabowo menang 62 persen suara.
"Kalau ingin berkomentar bicara, ayo di forum internal, bukan di media atau media sosial. Habis waktu kami menanggapi kader koalisi yang sibuk di media sosial," ujar Andre.
Berbeda dengan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf, BPN Prabowo-Sandi bersikap tertutup terkait lokasi war room penghitungan internal mereka. Padahal, pasangan calon nomor urut 02 itu telah beberapa kali mengklaim kemenangan berdasarkan data real count internal mereka.
"Kami tidak bisa sampaikan di mana tempatnya, karena memang sampai saat ini pimpinan tidak mengizinkan menginformasikan," kata Andre, Kamis (9/5).
Meski begitu, ia menjelaskan bahwa pihaknya hingga saat ini masih mengumpulkan dan memverifikasi data C1 dalam Pilpres 2019. Dalam proses tersebut, politikus Partai Gerindra itu menyebut bahwa Prabowo-Sandi masih unggul dari Joko Widodo-Maruf Amin.
"Alhamdulillah dari data yang masuk dan terverifikasi sudah 70 persen lebih, alhamdulillah Pak Prabowo masih unggul," ujar Andre.
[video] Pelanggar Hukum Pascapemilu akan Ditindak Tegas
May 09, 2019 at 03:28PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2PVjTYP
via IFTTT
No comments:
Post a Comment